Lembata Dalam “Cengkeraman” HIV/AIDS; “Pemda Ke Mana?”

Lembata.mediasaber.com. Masyarakat Lembata, selalu dihadapkan dengan permasalahan HIV/AIDS, yang setiap tahun terus Memakan Korban. Ini bukan hal yang baru terjadi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dinas kesehatan Kabupaten Lembata Memberitahukan bahwa HIV/AIDS Sudah memakan korban hampir 354 korban. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata tidak kunjung menseriusi permasalahan ini.
“Kasus HIV/AIDS merebak di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 354 orang terjangkit penyakit tersebut dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
“Jumlah kasus 354 kasus. Laki-laki 178, perempuan 176,” kata Penata Kelola Layanan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Darius Baki Akamaking, dalam pesan WhatsApp kepada detikBali, Jumat (13/6/2025).” (detikBali)

Hal ini menunjukkan bahwasanya PEMDA Lembata Belom Maksimal dalam dalam melindungi warganya dari ancaman HIV/AIDS. Ini tidak hanya soal angka, namun berpikir tentang dampak sosial yang meluas. Stigma terhadap HIV masih kuat, ini akhirnya membuat masyarakat ragu dalam mencari bantuan. Sementara itu, di tengah gejolak Kasus HIV, alokasi dana kesehatan masyarakat Lemabata untuk Program penanganan HIV yang minim, jelas ini menunjukkan tidak sebanding dengan urgensi masalah.

PEMDA Lembata sama sekali tidak menunjukkan komitmen serius dalam penanganan masalah ini. Peningkatan koordinasi antarinstansi itu harus dilakukan.

Tidak adanya fokus terhadap program skrining massal, edukasi ke sekolah, atau bantuan pengobatan biaya pengobatan bagi masyarakat yang tidak mampu menjadi bukti kongkret kurangnya perhatian PEMDA.

Hal ini belum sepenuhnya terlambat selama PEMDA Lembata Mau berkomitmen untuk segera meningkatkan alokasi anggaran dan mengekspansi wilayah tes dan pengobatan gratis serta bersifat inklusif; melibatkan komunitas setempat dalam hal untuk pencegahan. Edukasi terhadap masyarakat harus segera diseriusi agar segera merubah persepsi publik.

Lembata tidak boleh terjebak dalam “Cengkeraman” HIV. Pemda harus seriusi hal ini, karena nyawa manusia bukan soal angka stastistik.

Tulisan ini bersifat opini pribadi, dan saya siap mempertanggungjawabkannya.
(Mustapa Manuhoe) Sekretaris Umum HIMALE Bogor

Red/Edison.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *