Bogor.mediasaber.com. Pekerjaan Jalan Ruas Bojong Nangka-Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang baru di kerjakan satu bulan sudah hancur parah seakan kontraktor hanya ingin mengambil keuntung semata, sedangkan pekerjaan tidak sesuai spek yang berlaku dan sudah di tentukan oleh dinas PUPR dari hasil investigasi para awak media maka wajar kontraktor hanya ingin mengeruk keuntungan semata, menurut pemantauan hemat kami, karena dalam pengurukan lubang pun harusnya menggunakan makadam akan tetapi di urug menggunakan sirtu tentunya sangat bertolak belakang.(30/12/25).

Ketika di konfirmasi salah seorang warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya berinisial E. Menginformasikan bahwa waktu pekerjaan pun di kerjakan pada waktu malam dan dalam keadaan hujan akan tetapi pekerjaan tetap di kerjakan seakan aspal itu bersahabat dengan air padahal air adalah musuh aspal paling berbahaya kalau di kerjakan waktu hujan.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV DAMAI BERSAMA dengan no kontrak 620/A.050-33.052/Ting-jln/ppj-1 SPMK/Dpupr tgl.03 September 2025. Seakan menginginkan untung besar, coba kalau di kali aja itu menurut hitungan P x L x T. dengan nilai fantastik, maka seakan kontraktor ingin untung besar tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas pembangunan jalan yang menggunakan anggaran negara.

Ketua AWPI DPC Kabupaten Bogor DIANA PAPILAYA mengatakan ini sudah melanggar aturan spek yang sudah di tentukan oleh dinas pekerjaan umum maka dari tim akan membawa kasus ini ke APH karena pembangunan tersebut bersumber dari keuangan negara kalau baru beberapa minggu di kerjakan sudah rusak ini kan sangat merugikan dan kami meminta pihak APH untuk menindaklanjuti dan memproses sesuai hukum yang berlaku ujar Diana Papilaya, ketika di temui di kantor nya.
Reporter : YJ











