Bogor.mediasaber.com. Pekerjaan peningkatan Drainase di wilayah Kp Pasir Ipis Kelurahan Karang Asem Barat RT.002 RW 008 Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor di duga di mark-up besar-besaran pada pekerjaan tahun 2025 dan 2026
Ironisnya pekerjaan panjang 200 meter dengan Drainase ukuran lebar 0,30 X 0,30 x 1.20 meter yang dikerjakan pada tahun 2025 mengeluarkan biaya sekitar Rp 50 juta di mark-up menjadi Rp 100 juta.(3/6/26).

Rincian harga Udite di tambah biaya langsir dan biaya pasang dan tenaga dan PPN secara rinci habis 50 juta. Bahkan di tahun 2026. sekarang sebelum ada peneguran, dari pihak media papan kegiatan belum terpasang. Dan baru dipasang setelah peneguran dengan nilai yang fantastis Rp. 150.000.000 dengan pajang 204 meter dengan ukuran Uditech yang sama tentunya ini menjadi sorotan publik.
Dalam hal ini kepada Inspektorat Kabupaten Bogor di minta audit dan tindak tegas jajaran Kelurahan Karang Asem Barat.
Masyarakat pun berteriak lapor kepada Bupati Bogor dan meminta Inspektorat Daerah segera turun tangan melakukan audit sekaligus tindak tegas dan kami fakta di lapangan volume kecil
Anggaran dibengkokkan dua kali lipat,
Pekerjaan Drainase yang menjadi dugaan ini memiliki spesifikasi yang sangat jelas dan terukur. Secara fisik, pembangunan Drainase tersebut hanya membentang sepanjang 200 meter, di tahun 2025 dan 204 meter di tahun 2026
Berikut rincian perhitungan warga dan pengamat teknis lapangan:
✅ Harga material uditech siap pakai
✅ Ditambah biaya pengangkutan (langsir)
✅ Upah tenaga kerja
✅ Serta kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berkisar 50 juta di tahun 2025 dan sekitar 60 juta di tahun 2026.
Namun, ironis nya besar terjadi di atas kertas. Dalam dokumen perencanaan dan pelaksanaan yang ditandatangani jajaran Pemerintah Kelurahan Karang Asem Barat proyek yang sederhana ini ditetapkan dengan nilai anggaran Rp 100 juta tahun 2025 dan Rp 150 juta di tahun 2026.
Artinya, ada selisih sebesar Rp 50 Juta atau 100 persen dari harga wajar yang menguap” begitu saja. Ini adalah praktik mark-up harga yang sangat mencolok, kasar, dan terang-terangan merugikan keuangan negara yang bersumber dari dana Sarpras yang sejatinya diperuntukkan kesejahteraan warga.
Ini keterlaluan Pak Bupati. Secara hitungan orang awam pun tahu tidak mungkin sampai 100 juta. Dan cuma beda panjang 4 meter harga pun di up 50 juta.akan tetapi di anggarkan segitu. Kami yakin ada main ada rekayasa harga. Uangnya mau dibawa ke mana sisa 50 jutanya? Ini uang negara, uang kita semua,” ungkap warga setempat dengan nada geram.
Indikasi Jelas penggelapan uang negara berkedok proyek di kelurahan karang Asem barat
Praktik ini bukan sekadar kesalahan hitungan teknis, melainkan indikasi kuat tindak pidana korupsi dan penggelapan uang Negara Dugaan kuat mengarah pada rekayasa Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dimainkan oleh Ketua LPM Karang Asem Barat bersama jajarannya.
Modusnya klasik tapi merugikan: memanipulasi harga satuan material, melebih-lebihkan volume pekerjaan, atau memasukkan pos-pos biaya fiktif yang sebenarnya tidak ada, semata-mata untuk membesarkan anggaran agar bisa dibagi-bagikan.
Yang membuat warga makin marah, pembangunan Drainase adalah kebutuhan dasar warga. Dana yang diselewengkan itu seharusnya bisa digunakan sebagai mana mestinya atau membangun fasilitas lain yang lebih bermanfaat jika dikelola dengan jujur. Namun karena ada permainan harga, hasil pembangunan pun jauh dari maksimal sementara uangnya habis.

Pertanyaan besar kini menggantung: Apakah Lurah Karang Asem Barat tidak paham hitungan dasar pembangunan..? Atau memang sengaja membesarkan harga agar bisa menikmati selisih keuntungannya?
Melihat bukti fisik yang nyata dan selisih anggaran yang sangat mencolok, masyarakat Karang Asem Barat bersatu suara menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor. Warga menuntut Segera melakukan audit menyeluruh, demikian tutupnya
(Red/YZ)












