Bogor.mediasaber.com. Kegiatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 CSSMoRA UNUSIA menjadi momentum penting dalam menandai perjalanan empat tahun organisasi sebagai ruang pembinaan intelektual dan spiritual mahasantri. Diselenggarakan oleh Pengurus CSSMoRA UNUSIA, peringatan harlah tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali arah gerak, visi, serta nilai-nilai perjuangan organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Mengusung tema “Merawat Ilmu, Menyapa Realitas: Peran Mahasantri di Era Digital dan Krisis Sosial”, rangkaian kegiatan harlah berlangsung cukup panjang, yakni sejak 17 Januari hingga 8 Februari 2026, dengan melibatkan peserta dari kalangan umum. Tema ini dipilih sebagai respons atas tantangan zaman yang menuntut mahasantri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan peka terhadap realitas sosial.
Ketua CSSMoRA UNUSIA, Faris Bahrul Ulum, dalam sambutannya menjelaskan bahwa arah tujuan Harlah ke-4 ini secara sengaja dirancang berbeda dari peringatan harlah pada tahun-tahun sebelumnya. Jika pada harlah sebelumnya lebih menitikberatkan pada penguatan identitas organisasi dan konsolidasi internal anggota, maka pada Harlah ke-4 ini CSSMoRA UNUSIA mulai bergerak lebih jauh dengan membuka ruang partisipasi publik serta mengarahkan kegiatan pada isu-isu strategis yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial.
“Harlah ke-4 ini kami desain bukan hanya untuk merayakan usia organisasi, tetapi sebagai bentuk transisi dari gerakan yang bersifat internal menuju gerakan yang lebih terbuka, kontributif, dan berdampak. Jika sebelumnya fokus kita masih pada penguatan kader dan struktur organisasi, maka sekarang kami ingin CSSMoRA UNUSIA hadir sebagai ruang produksi gagasan dan solusi bagi masyarakat,” ujar Faris.
Rangkaian peringatan harlah diawali dengan penyelenggaraan perlombaan kategori umum yang dilaksanakan secara daring sebagai wadah kompetisi sekaligus penguatan tradisi keilmuan Islam di kalangan generasi muda. Perlombaan tersebut meliputi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta lomba esai yang berlangsung pada 17–31 Januari 2026 dan diikuti oleh 64 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat literasi keislaman dan intelektual masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda.
Setelah rangkaian perlombaan, kegiatan dilanjutkan dengan Mora Creative Class, sebuah ruang pengembangan kreativitas dan keterampilan peserta dalam bidang Desain Grafis Islami dan Fotografi Digital. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 25 Januari 2026 di Aula Kampus B UNUSIA, dengan menghadirkan Aulia Nur Rizky, S.I.Kom sebagai pemateri. Melalui kelas ini, peserta dibekali kemampuan visual kreatif sebagai sarana dakwah dan media komunikasi yang relevan di era digital.
Rangkaian berikutnya adalah Webinar EcoTalk yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, mengangkat tema “Membangun Bisnis sebagai Pilar Penguatan Sumber Daya Ekonomi”. Webinar ini menjadi ruang diskusi strategis bagi mahasantri dan generasi muda untuk memahami pentingnya peran kewirausahaan dalam memperkuat ekonomi umat dan bangsa secara berkelanjutan.
Menurut Faris, pemilihan bentuk kegiatan seperti creative class dan webinar tematik juga menjadi pembeda utama dari harlah sebelumnya. Pada Harlah ke-4 ini, CSSMoRA UNUSIA tidak lagi hanya menghadirkan kegiatan simbolik, tetapi mulai menekankan orientasi kebermanfaatan praktis, yakni membekali peserta dengan keterampilan, wawasan, dan jejaring yang bisa digunakan secara langsung dalam kehidupan sosial dan profesional.
Melalui rangkaian kegiatan Harlah ke-4 ini, CSSMoRA UNUSIA menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga relevan secara sosial. Harlah ke-4 ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi CSSMoRA UNUSIA dalam melahirkan generasi mahasantri yang tidak hanya merawat ilmu, tetapi juga mampu menyapa realitas dan menghadirkan solusi nyata bagi tantangan zaman.
(Red)






