Bogor.mediasaber.com. Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk membahas RKPD tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor.

Musrenbang kali ini dilaksanakan pada hari selasa 7 april 2026 secara hybrid yaitu daring dan luring dengan target peserta luring 300 orang dan daring 500 orang. Peserta yang datang diharapkan dapat merepresentasikan pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, pembukaan Musrenbang RKPD tahun 2027 ini merupakan tahapan rencana kerja pemerintah daerah setelah melaksanakan musrenbang tingkat desa dan kecamatan.
“Sehingga beberapa usulan dari musrenbang desa, kecamatan kita ramu menjadi satu menjadi draft rancangan APBD tahun 2027 atau menjadi rancangan kerja perangkat daerah,” ujar Rudy.
Selain Musrenbang, dalam rencana pembangunan ada juga usulan dari seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor melalui kegiatan reses yang menampung aspirasi masyarakat lalu dituangkan ke musrenbang saat ini.
“Jadi pada saat postur APBD terbentuk bukan serta merta program tersebut muncul dengan beberapa angka-angka tapi memang tahapan penyusunan satu tahun sebelumnya,” jelas dia.
Rudy menerangkan bahwa, fokus musrenbang pada tahun 2027 itu yakni, program hak dasar masyarakat harus tetap dilaksanakan. Terlebih, bantuan infrastuktur desa tetap dilanjutkan pada tahun 2027.
Dengan begitu, ia berharap upaya memberikan hak dasar bagi masyarakat itu mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Bogor.
“Lalu perencanaan pembangunan infrastuktur maupun sumber daya manusia juga menjadi salah satu prioritas dan pendidikan juga menjadi salah satu prioritas termasuk kesehatan dan termasuk kegiatan keagamaan,” terang dia.
Pelaksanaan musrenbang digelar saat ini, dihadiri oleh jajaran forkopimda, anggota DPRD, instansi vertikal, pemerintah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, para tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua perhimpunan, asosiasi, lembaga organisasi, seluruh perangkat daerah, kepala desa/lurah, pemuda dan mahasiswa, dunia usaha, akademisi serta unsur lainnya.
Rudy mengatakan, “Pemkab Bogor butuh dukungan seluruh pihak dalam menjalankan program membangun Kabupaten Bogor di tahun 2027, kita butuh dukungan dari para kiyai, ulama di Kabupaten Bogor, seluruh organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan tentunya di era digital sangat membutuhkan dukungan dari media yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji menyampaikan RKPD tahun 2027 dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari tahapan yang harus ditempuh sesuai amanat pasal 95-97 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017.
Dalam pasal itu mengatur tentang perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan Perda tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rancangan jangka menengah daerah.
“Serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja pemerintah daerah,” ungkap Bambam.
Bambam juga menambahkan, Musrenbang RKPD ini pun bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari seluruh peserta terkait substansi rancangan RKPD tahun 2027.

Sehingga, ia berharap, pada akhir acara Musrenbang ini akan diperoleh kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara hasil Musrenbang RKPD tahun 2027.
“Dengan prioritas penguatan fungsi perangkat daerah dalam pelayanan publik dan tata kelola. Pengembangan ekonomi lokal terintegrasi. Percepatan pemenuhan sarana dan prasarana layanan dasar dan non dasar. Penguatan layanan inklusif,” pungkasnya.
(Edy)








