oleh

Ngopi Alumni HMI : Dari Cerita Kampus Ke Panggung Karier, Ase Riyadi Tekankan Konsistensi Dan Semangat Belajar

Sukabumi.bentengkeadilannews.com. Kegiatan Ngopi Alumni: Dari Kampus ke Karier bertema “Meneguhkan Arah, Mempercepat Langkah” menjadi ruang nostalgia sekaligus refleksi intelektual bagi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Sukabumi. Forum ini tidak hanya membahas capaian karier, tetapi juga mengurai kembali proses panjang yang berawal dari dinamika kehidupan kampus.

Salah satu narasumber utama, Ase Riyadi, alumni Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi–Cianjur (Suci) pertama sekaligus Direktur Perumda Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi, mengawali pemaparannya dengan mengenang fase-fase perjuangan semasa aktif sebagai mahasiswa dan kader HMI.

Ia menceritakan bagaimana diskusi larut malam di sekretariat, perdebatan panjang dalam forum latihan kader, hingga keterbatasan fasilitas kampus justru menjadi ruang pembentukan karakter, nalar kritis, dan daya tahan mental. Menurutnya, pengalaman-pengalaman tersebut merupakan “laboratorium kepemimpinan” yang tidak tergantikan.

“Di kampus, kita belajar jatuh dan bangkit. Kita terbiasa berbeda pendapat, berproses dalam keterbatasan, dan berlatih mengambil keputusan. Semua itu menjadi bekal utama ketika kita masuk ke dunia profesional yang jauh lebih kompleks,” ungkap Ase Riyadi.

Ase menegaskan bahwa kesuksesan hari ini tidak dapat dilepaskan dari konsistensi menjaga nilai sejak di bangku kuliah. Ia menilai, mahasiswa yang tekun membaca, aktif berdiskusi, dan mau belajar dari kegagalan akan memiliki daya adaptasi tinggi ketika menghadapi tantangan dunia kerja.

Forum ini juga menghadirkan Fajar R Zulkarnaen, alumni HMI yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar HMI priode 2006-2008 sekaligus saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Real Estate Company. Ia menguatkan pandangan bahwa proses kaderisasi HMI di kampus membentuk kepekaan sosial dan keberanian mengambil risiko strategis dalam dunia usaha.

Sementara itu, Kun Nirachadijat, alumni HMI yang saat ini mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden, menekankan pentingnya tradisi berpikir ilmiah yang diasah sejak masa kuliah. Menurutnya, kemampuan membaca konteks, menganalisis kebijakan, dan menyampaikan gagasan secara sistematis merupakan warisan penting dari dunia kampus dan organisasi mahasiswa.

Kegiatan ini dihadiri oleh alumni HMI lintas generasi di Sukabumi. Suasana diskusi berlangsung hangat, sarat cerita kampus, dan penuh refleksi tentang perjalanan dari ruang kelas, sekretariat organisasi, hingga ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan.

Melalui Ngopi Alumni ini, para alumni sepakat bahwa kesuksesan bukan semata soal jabatan, melainkan kesinambungan antara nilai, proses, dan kontribusi. Cerita-cerita kampus menjadi pengingat bahwa langkah besar hari ini berakar dari proses panjang yang ditempa oleh konsistensi dan semangat belajar tanpa henti.

(Ade Eko)