Bogor.mediasaber.com. Warga Kp Jati Rw 06 Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang meminta PJ Kepala Desa Tonjong, mundur karena tidak ada transparansi kinerja, hal ini bermula dengan adanya program Bantuan Keuangan (Bankeu ) tahap 2, dengan nilai anggaran Rp, 400,000,000 (empat ratus juta rupiah) namun fakta dilapangan pekerjaan tidak sesuai dengan spek bahkan sudah banyak ditemukan retak dan patah, hal tersebut membuat warga kecewa, apalagi setelah ada temuan 5 mobil molen yang ditolak warga tetapi tetap di paksakan untuk di gelar sehingga warga sempat marah dan akhirnya 3 mobil molen diusir dari lokasi pekerjaan sehingga di gelar 2 mobil molen beton di depan kantor Desa Tonjong.
“Informasi yang Tim awak media terima hari ini tanggal 26 Januari 2026 PJ Kepala Desa menerima surat dari pihak ketiga CV Kunci Indonesia bahwa akan ada pengecoran”.
Mendengar kejadian ini Ketua DPC AWPI ( Asosiasi Wartawan Propesional Indonesia ) yang bertepatan berdomisili di wilayah pekerjaan tersebut angkat bicara ke awak media atas kinerja PJ, “Saya benar – benar kecewa atas kinerja PJ apalagi saya berdomisili di wilayah tersebut dan langsung melihat kelapangan bahwa pekerjaan sudah pada retak dan patah, bahkan di tambah lagi Bumdes tidak transparan kewarga dan sampai saat ini para masyarakat tidak merasakan manfaatnya sedangkan anggaran untuk Bumdes senilai Rp, 266, 000,000, (dua ratus enam puluh enam juta) hanya dikelola oleh satu orang saja atas temuan ini saya selaku warga dan Ketua DPC AWPI ( Asosiasi Wartawan Propesional Indonesia ) Bogor Raya akan membuat laporan ke APH, agar ada efek jera, apalagi PJ Desa Tonjong sampai sekarang masih aktif sebagai PNS, demikian ungkapnya.(26/01/26).